"Pisang Hua-Hua Mo Lagi" |
Selamat sore kawan…
Bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga tetep sehat dan tetap semangat selalu ya kawan…
Dan semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya buat kita
semua ya kawan….
Masih tentang Indonesia saya tercinta ini ya kawan, karena
sepertinya tidak akan pernah habis kalau menceritakan tentang Indonesia yang
saya cintai ini.
Sudah pada tahu belum tentang Indonesia?
Buat yang belum tahu , saya akan menjelaskan sedikit ya!!!
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk Republik
yang terletak di kawasan Asia Tenggara ya kawan…
Indonesia juga merupakan negara dengan wilayah yang luas lho
kawan, dengan memiliki ±17.000
buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan
3.257.483 km2.
Secara Geografis Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2
samudera, ya… kawan , yaitu benua Asia dan benua Australia, serta Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik.
Karena letak Indonesia yang berada pada posisi silang
tersebut, membuat Indonesia berada pada jalur transportasi yang ramai kawan,
dampaknya Indonesia menjadi kaya akan beragam budaya dan suku Bangsa.
Nah…………..Pada artikel saya kali ini saya akan menceritakan
sedikit tentang kota Menado, Menado merupakan ibu kota dari salah satu provinsi
di Indonesia, ya kawan…Yaitu provinsi Sulawesi Utara.
Salah satu ciri khas dari kota Menado yang membuat saya tidak
pernah melupakan kota Menado ya kulinernya kawan….
Meskipun saya bukanlah salah satu orang yang berhoby
kuliner, tapi kalau inget jajanan khas Menado yang satu ini sepertinya lidah
saya akan selalu merindukan sensasi uniknya kawan.
Saya menyebut jajanan ini “Pisang goreng Hua-Hua Mau
Lagi”…Tentunya nama ini adalah nama yang saya buat sendiri ya kawan…karena saking berkesannya jajanan
ini….
Berdasarkan nama yang saya buat tentu kawan-kawan yang
berasal dari Indonesia bisa menebak jenis dan rasa jajanan ini.
Ya….Jajanan ini adalah jenis jajanan gorengan yang berbahan
dasar pisang, pisang yang biasa digunakan adalah pisang kepok.
Sebenarnya jajanan
ini tidak ada bedanya dengan jajanan pisang goreng biasa yang tentunya sudah
terkenal di seluruh wilayah Indonesia, yang membedakan adalah cara
menyantapnya.
Kalau biasanya pisang goreng di daerah lain biasa disantap
begitu saja atau dengan teman makan secangkir kopi atau teh, khusus “Pisang
Goreng Hua-Hua Mau Lagi” ini disantap dengan cocolan sambal. Sambal yang
diracik pun sangat berbeda dari sambal-sambal pada umumnya.
Kalau biasanya rasa sambal yang pedas sangat pas
disandingkan dengan makananan yang mempunyai rasa asin, sambal yang ini justru
sangat pas disandingkan dengan rasa manis yang ada pada pisang goreng. Tekstur
lembut pada pisang juga turut menggoyang lidah saya seakan tidak ingin
berhenti…hehehehe…
Apalagi kalau menyantapnya di tengah suasana canda riuh
kehangatan keluarga atau kawan kawan kita beramai-ramai. Dibarengi foto selfie
dengan berbagai ekspresi bahagia yang menghiasi wajah kalian semua, tentu akan
menjadi moment yang akan membuat kita bahagia jika suatu saat mengenangnya
kawan.
Wuah kalau begini kerinduan saya pada “Pisang Hua-Hua Mau
Lagi” bisa semakin membuncah nih kawan….
Semoga kita bisa terus berbagi bahagia dengan orang-orang
disekitar kita ya kawan,,,,
Dan semoga juga kita bisa untuk selalu menghargai setiap
perbedaan….
Seperti semboyan negara Indonesia tercinta ini…..
”Bhineka Tunggal Ika”
“Berbeda-beda tetapi tetap satu jua…”
“Merdeka…merdeka…dan selalu merdeka…”
Salam sayang buat kawan-kawan dan setiap orang yang berada
disekitar kawan-kawan semua ya….
Tetap bersemangat, dan selalu bersemangat….Jiayou…Jiayou…
Tetap yakin ya kawan…bahwa sekecil apapun cerita kebahagiaan
yang kita bagi bisa menginspirasi orang lain untuk turut bahagia juga….
Jangan pernah menyerah untuk menggapai senyum dan
kebahagiaan kita ya kawan…..
Dan Jangan pernah mengabaikan rasa sayang dari keluarga
serta orang terdekat kawan-kawan semua ya…
Karena mungkin Tuhan menitipkan sesuatu yang hebat untuk kau
temukan dari mereka….
lezat ya kayaknya...jangan ngiler loh |
Anda berani coba? |
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances